Sarana Kesehatan


LATAR BELAKANG

    Sistem kesehatan Nasional menyatakan bahwa tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki prilaku sehat yang meliputi kesadaran,kemauan dan kemampuan hidup sehat, dimana masyarakat mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu dan hidup dalam lingkungan sehat serta memiliki derajat kesehatan yang optimal baik individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
    Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerja. Fungsi Puskesmas adalah :
Pusat penyelenggaraan UKM tingkat pertama yaitu melaksanakan perencanaan, Advokasi, komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah, pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan,peningkatan kompentensi sumber daya manusia, memantau pelaksanaan pembangunan, melaksanakan pencatatan, pelaporan, evaluasi serta memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan.
Pusat penyelenggaraan UKP tingkat Pertama yaitu menyelenggggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan dan bermutu, mengutamakan upaya promotif dan preventif, pelayanan berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien, koordinatif inter dan antar profesi, melaksanakan rekam medis, pencatatan, pelaporan, evaluasi terhadap pelayanan yang bermutu, dan melaksanakan penapisan rujukan ssuai dengnan indikasi medis dan system rujukan.
Sebagai Wahana pendidikan Tenaga Kesehatan    Puskesmas Mungo merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang turut berupaya untuk meningkatkan harkat dan derajat kesehatan masyarakat yang optimal diwilayah kerjanya.

TUJUAN PENULISAN
a. Tujuan Umum
   Diketahuinya hasil pencapaian program Puskesmas selama tahun 2017

b. Tujuan Khusus
   Untuk mengetahui hasil pencapaian program Puskesmas selama tahun 2017

Ruang Lingkup

A. UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT ESENSIAL meliputi:
"¢ Pelayanan Promosi Kesehatan;
"¢ Pelayanan  Kesehatan Lingkungan;
"¢ Pelayanan KIA-KB;
"¢ Pelayanan Gizi; dan
"¢ Pelayanan Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit.

UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT esensial harus diselenggarakan oleh setiap Puskesmas untuk mendukung pencapaian SPM kabupaten/kota bidang kesehatan.

B. UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT PENGEMBANGAN  merupakan upaya kesehatan masyarakat yang kegiatannya memerlukan upaya yang sifatnya inovatif dan atau bersifat ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan, disesuaikan dengan prioritas masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan potensi sumber daya yang tersedia di masing-masing Puskesmas serta program inovatif, dan  pencapaian / permasalahan peogram tahun 2017.

VISI, MISI, KEDUDUKAN SERTA
TUGAS POKOK DAN FUNGSI
VISI
" Terwujudnya Puskesmas Mungo dengan pelayanan yang berkualitas menuju masyarakat kecamatan luak yang sehat dan mandiri.
MISI
1.    Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, proaktif, terjanngkau, paripurna dan terintegrasi
2.    Menjadikan Puskesmas sebagai Pusat pembangunan Kesehatan
3.    Memjadikan Puskesmas sebagai penggerak peran serta masyarakat
4.    Menerapkan prinsip koordinasi dan integrasi dalam menyelenggarakan peayanan kesehatan.

KEDUDUKAN
Puskesmas Mungo merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota yang berkedudukan di Kecamatan Luak.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI
1.Kepala  Puskesmas
  - Melaksanakan fungsi manajemen Puskesmas
  - Sebagai dokter gigi melakukan pemeriksaan dan pengobatan serta menerima rujukan / konsultasi.
  - Mengkoordinir kegiatan Puskesmas
  - Mengkoordinir pembinaan peran serta masyarakat dan lintas sektoral.

2.  Kasubag Tata Usaha
- Mengkoordinir Penatausahaan meliputi kepegawaian, keuangan, aset dan juga perencanaan puskesmas, serta sistem informasi puskesmas
- Melakukan evaluasi penatausahaan bersama Kepala Puskesmas
- Mengkoordinir perencanaan tingkat puskesmas
- Menyusun rencana kerja Puskesmas
- Menyusun laporan kinerja tahunan puskesmas

Tim Kerja Subag Tata Usaha :
- Pelaksanan administrasi umum / SIK
- Membuat surat keluar
- Menerima surat masuk
- Mengarsipkan surat masuk dan keluar
- Mengantarkan laporan bulanan ke Dinkes
- Menyiapkan blanko yang diperlukan untuk pelayanan

Pelaksana Kepegawaian
- Membuat DUK pegawai
- Membuat jadwal cuti pegawai
- Menyiapkan SKP pegawai
- Melaksanakan upaya peningkatan mutu, disiplin dan pemberian hak pegawai.

Pelaksana Keuangan
- Mengkoordinir pengambilan Amprah  gaji PNS di Puskesmas
- Menyelenggarakan pembukuan, penerimaan dan pengeluaran  Puskesmas
- Mengelola penerimaan dan penyetoran retribusi Puskesmas ke Dinkes
- Mengkoordinir pelaporan SPT setiap tahun
- Mengkoordinir Pembuatan Suarat pertanggungjawaban kegiatan Puskesmas sesuai dengan DIPA, RKA, RBA tingkat Puskesmas

Pelaksana Perencanaan
- Merencanakan kebutuhan biaya rutin Puskesmas meliputi ATK, saran dan   prasarana
- Membuat POA Bulanan dan Tahunan  persumber dana kegiatan
- Merencanakan kebutuhan program / kegiatan Puskesmas
- Mengumpulkan data bulanan, triwulan dan tahunan
- Membuat laporan tahunan Puskesmas
- Menyiapkan data kinerja Puskesmas

3. Penanggung jawab UKP, Kefarmasian dan Laboratorium  dan tim kerja
Penanggung jawab pelayanan mengkoordinir semua kegiatan pelayanan baik Kuratif dan Rehabilitatif, mengkoordinir perencanaan kegiatan, memfasilitasi pemecahan masalah yang muncul selama melaksanakan kegiatan sehari-hari dan bersama pimpinan puskesmas mengevaluasi kegiatan.

Tim Kerja Rawat Jalan
Medical Record (loket)
- Menerima pendaftaran pasien
- Menyiapkan status pasien
- Menyiapkan keryas resep
- Mencatat keregister harian
- Menyusun kembali status pasien

Rang Pemeriksaan umum dan gigi
- Melakukan pemeriksaan dan pengobatan pasien rawat jalan
- Melakukan penyuluhan individu
- Memberikan pelayanan rujukan
- Melakukan pemeriksaan kesehatan haji
- Mengeluarkan Surat Keterangan Sehat, Surat Keterangan Sakit, dan Surat Keterangan Tidak Buta Warna
- Membuat pencatatan dan pelaporan

Ruang KIA dan KB
- Melakukan pemeriksaan ibu hamil
- Melakukan pengobatan pasien rawatjalan ( Ibu dan anak)
- Memberikan pelayanan Rujukan
- Melakukan pelayanan KB
- Memberikan penyuluhan peorangan

Ruang Laboratorium
- Pemeriksaan sputum
- Pemeriksan urine lengkap
- Pemeriksaan slide malaria dan TBC
- Pemeriksaan darah rutin spt HB, Gol darah, dll
- Membuat pencatatan dan pelaporan

Konsultasi Gizi
- Melakukan konsultasi gizi untuk pasien yang memerlukan diet khusus.

Ruang Konsultasi Kesling
- Melakukan konsultasi kesling untuk pasien yang menderita penyakit menular, penyakit kulit, kurang gizi akibat cacingan

Ruang Apotik
- Mengkoordinir pendistribusian obat keberbagai unit pelayanan
- Membaca resep dengan cermat
- Mengambil obat untuk pasien
- Membuat LPLPO

4.Penanggung jawab UKM dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan tim   kerja
  Penanggung jawab pelayanan kesehatan masyarakat, mengkoordinir semua kegiatan program yang bersifat promosi dan preventif ,mengkoordinir perencanaan kegiatan, memfasilitasi pemecahan masalah yang muncul selama melaksanakan kegiatan sehari-hari dan bersama pimpinan puskesmas mengevaluasi kegiatan.

Tim kerja UKM
Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak / KIA
- Menyusun perencanaan, pembinaan, pemantauan, pengendalian  dan pegawasan serta evaluasi serta kegiatan KIA / KB
- Menyelenggarakan advokasi dan koordinasi lintas sektoral, program, organisasi profesi dalam peningkatan kemandirian masyarakat
- Meningkatkan dan mengerakkan partisipasi masyarakat serta melaksanakan pembinaan dan evaluasi terhadap kesehatan Ibu dan Anak serta KB.

Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
- Merencanakan pelaksanaan program P2M sesuai dengan ketentuan
- Merencanakan kebutuhan logistik yang diperlukan untuk pelaksanaan program
- Melaksanakan kegiatan program P2M sesuai dengan Juklak dan Juknis program yang ada
- Melakukan pengamatan penyakit menular yang berpotensial wabah
- Melakukan pencatatan kegiatan P2M yang dilaksanakan
- Melakukan pelaporan kegiatan P2M yang dilaksanakan
- Melakukan evaluasi program
- Melakukan penanggulangan  KLB penyakit menular bearsama dengan tim kabupaten.

Pelayanan Kesehatan Lingkungan
Melaksanakan pengawasan dan bimbingan terhadap :
- Tempat "“ tempat  Umum ( TTU )
- Tempat pengolahan dan penjualan makanan
- Perumahan dan pemukiman
- Sarana sanitasi dasar di masyarakat
- Tempat penyimpanan dan penjualan peptisida
- Pemeriksaan hygiene dan sanitasi tempat "“ tempat umum
- Penyuluhan kesehatan kerja
- Pemantauan dan pemeriksaan kesehatan lingkungan rumah Tangga
- Membuat pencatatan dan pelaporan

Pelayanan Gizi
Melaksanakan pemberian kapsul vitamin A pada balita
Melaksanakan  pemberian tablet besi pada bumil
Melaksanakan pemberian kapsul Iodium pada Bumil, WUS Dan Busui
Melaksanakan pemberian kapsul Iodium pada murid SD
Melaksakan pemantauan hasil penimbangan

Pelayanan Promosi Kesehatan
Melakukan kampanye Prilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) pada sarana tanaman-tanaman
- Memberdayakan terbentuknya dan berperannya tokoh masyarakat yang berwawasan kesehatan
- Mendorong terbentuknya Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat ( UKBM )
- Melakukan pembinaan Kesehatan Tradisional

5. Program Inovasi/Esensial/Pengembangan
Totok  Berhenti  Merokok
- Kesehatan Komplementer
- Pengobatan Tradisional
- Pelayanan Kesehatan Jiwa
- Pelayanan kesehatan UKGMD/UKGS

ANALISA SITUASI
KEADAAN GEOGRAFI
Puskesmas mungo terletak diwilayah Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota dengan luas wilayah 61,68 KM2, ketinggian 100,700 M dari permukaan laut. Batas-batas wilayah kerja sebagai berikut:
Sebelah Barat berbatas dengan Situjuh Limo Nagari
Sebelah Timur berbatas dengan Kecamatan Harau
Sebelah Utara berbatas dengan Kecamatan Payakumbuh Timur
Sebelah Selatan berbatas dengan Kecamatan Lareh Sago Halaban

Wilayah kerja Puskesmas Mungo terdiri dari 34 jorong yang tersebar dalam 4 kenagarian, dari 34 jorong tersebut terdapat 8 jorong yang termasuk jauh dari Puskesmas. Seluruh daerah dapat dilalui oleh kendaraan umum.

WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUNGO
NO    NAGARI    JORONG
1    MUNGO   
        1.Indobaleh Barat
        2.Indobaleh Timur
        3.Pincuran Tinggi
        4.Koto Bakurung
        5.Batu Labi
        6.Talaweh
        7.BGS
        8.KPL
        9.Bl.Gadang Ateh
        10.Bl. Gadang Bawah
        11.Tanjung Tangah

2    ANDALEH   
        1.Tarok
        2.Tabek Buruk
        3.Kapalo Koto
        4.Kampung Tangah
        5.Galo Gandang
        6.Pincuran Gadang
        7.Tanjung Baruh
        8.Balik Bukit

3    SUNGAI KAMUYANG   
        1.Subaladung
        2.Tabing
        3.Tanjung Kaling
        4.Batang Tabit
        5.VI Kampung
        6.VIII Kampung
        7.XII Kampung
        8.Rageh
        9.Madang Kadok

4    SIKABU-2 TJ. HARO
        1.Padang Panjang
        2.Tanjung Haro Utara
        3.Tanjung Haro selatan
        4.Lakuak dama
        5.Sikabu-kabu

C. DATA TENAGA KESEHATAN
Dalam pelaksanaan kegiatan Puskesmas Mungo dikelola oleh 44 orang tenaga seperti pada tabel berikut :
Jumlah Tenaga Puskesmas Mungo Tahun 2017

A    PUSKESMAS           
1    Dokter Umum                    2    S1 FK umum   
2    Dokter Gigi                        2    S1 FKG    Kapus
3    Sarjana Keperawatan         1    S1 PSIK/Ners    KTU
4    SKM                                 1    SKM   
5    Bidan Puskesmas              7    D III / DIV   
6    Perawat                             6    D III / SPK    
7    Perawat Gigi                      1    DIII Keperawatan Gigi   
8    Sanitarian                          1    SPPH   
9    Analis                                2    DIII Analis   
10    Gizi                                  1    DIII Gizi   
11    Asisten Apoteker               2    DIII/SMF   
12    LCPK                              1    Pekarya Kes.   
13    Tenaga Admin Umum        1    SEMA    
14    Sopir                               1    SD   
15    Cleaning Servis                1    SMEA   

B    PUSTU           
1    Bidan                              5    D III / PTT   

C    POLINDES/POSKESRI    4 Kosong
1    Bidan                              9    D III / PTT   
    Jumlah                             44    Tenaga   



DATA SARANA DAN PRASARANA
Puskesmas berdiri sejak tahun 1975 merupakan Puskesmas Non Rawatan yang terletak di Kenagarian Mungo. Sarana yang ada di wilayah Puskesmas Mungo tahun 2017 adalah sebagai berikut :

Jumlah Sarana Kesehatan dan Penunjang Diwilayah Kerja Puskesmas MungoTahun 2017

NO    JENIS SARANA                     JUMLAH
1    Puskesmas Induk                            1
2    Puskesmas Pembantu ( Pustu )        5
3    Pos Kesehatan Nagari ( Poskesri )    12
4    Posyandu                                        38
5    Posyandu Lansia                             12
6    Praktek Dokter Swasta                     3
7    Praktek Bidan Swasta                      7
8    Praktek Perawat Swasta                  1
9    Kendaraan Roda Empat                   1
10    Kendaraan Roda Dua            8 ( 2 Rusak Berat )


HASIL KEGIATAN

UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT
Arah dan tujuan Pembangunan Nasional dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara social dan ekonomis.
Keberhasilan program pembangunan kesehatan tersebut tidak lepas dari program dan kegiatan yang telah dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan guna meningkatkan pemerataan kualitas pelayanan kesehatan serta mempertinggi kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat secara mandiri. Dalam rangka pelaksanaan program pembangunan kesehatan tersebut ada 5 program pokok yang telah dilaksanakan oleh Puskesmas Mungo dengan hasil sebagai berikut :

1.PROGRAM PROMOSI KESEHATAN
Tujuan pelaksanaan Promosi Kesehatan adalah tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara prilaku hidup bersih dan sehat serta lingkungan yang sehat dan peran aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka promosi kesehatan di Puskesmas Mungo adalah :
Penyuluhan kesehatan masyarakat dalam meningkatkan peran serta masyarakat.
- Pelaksanaan Posyandu.
- Bina kesehatan tradisional
- Upaya kesehatan anak sekolah dan remaja
- PHBS


7.Bina kesehatan tradisional
- Pembinaan toga dan pemanfaatannya
- Pembinaan batra yang menggunakan tanaman obat
- Pembinaan pengobatan tradisional dgn keterampilan
- pembinaan pengobatan tradisional lainnya               

1.PROGRAM KIA / KB
Sarana kesehatan ibu dan anak (KIA) adalah kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu melahirkan, ibu menyusui, bayi dan balita serta anak pra sekolah. Tujuan kesehatan ibu dan anak adalah untuk tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya untuk menuju NKKBS serta meningkatkan derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang seutuhnya.
1. Kesehatan Ibu
 a) Kunj.pertama bumil (K1)
 b) Kunj.lengkap bumil (K4)
 c) Pelayanan nifas lengkap (ibu neonatus) sesuai KN Lengkap
 d) Jml bayi dengan BBLR
 e) Resti Nakes
 f) Resti Masyarakat
 g) Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
 h) KF1
 i) KF2
 j) KF3   


2. Upaya kesehatan Anak
 a) DDTK I Bayi
 b) DDTK IV Bayi
 c) DDTK I Balita
 d) DDTK 2x/ tahun   

3.Keluarga Berencana
a) Jml pesertra KB baru
b) Jml peserta KB aktif   


2.PERBAIKAN GIZI
Program gizi bertujuan untuk menurunkan angka gizi kurang yang umumnya banyak diderita oleh masyarakat berpenghasilan rendah terutama pada anak balita dan wanita. Tujuannya untuk menurunkan angka kematian bayi, balita, dan kematian ibu serta mendorong terwujudnya norma keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
Program ini juga berusaha memperbaiki keadaan gizi masyarakat pada umumnya melalui pola konsumsi pangan yang semakin beraneka ragam , seimbang dan bermutu gizi
Kegiatan Program Gizi meliputi :
1.    Upaya perbaikan gizi keluarga meliputi :
- Penyuluhan individu maupun kelompok
- Penimbangan bayi dan balita
- Pemberian Vit A pada balita pada bulan Februari / Agustus
- Penanganan balita KEP dengan pemberian PMT
- Penanggulangan anemia gizi
- Upaya perbaikan gizi institusi melalui
- Pelayanan konsultasi gizi


4.PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN
Upaya kesehatan lingkungan secara umum bertujuan berubahnya atau hilangnya semua unsur fisik dan lingkungan yang terdapat di masyarakat, yang dapat memberi pengaruh jelek terhadap kesehatan mereka. Sedangkan secara khusus bertujuan untuk :
- Meningkatkan kebersihan lingkungan hidup yang dapat menjamin masyarakat mencapai derajat kesehatan yang optimal.
- Terwujudnya kesadaran dan keikutsertaan masyarakat dan sektor lain yang berkaitan serta bertanggung jawab atas upaya peningkatan dan pelestarian hidup.
- Terlaksananya peraturan perundang-undangan tentang penyehatan lingkungan dan pemukiman yang berlaku.
- Terlaksananya pengawasan secara teratur terhadap sanitasi perumahan, kelompok masyarakat, tempat pembuatan atau penjualan makanan, perusahan dan tempat-tempat umum.
- Terselenggaranya pendidikan kesehatan guna menunjang kegiatan dalam peningkatan kesling dan pemukiman.


5.PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR
  Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular merupakan salah satu program yang bertujuan untuk menurunkan angka Mortalitas, Mortalitas dan mewaspadai KLB melalui upaya pencegahan penyakit menular dan infeksi.

6.PROGRAM PENGOBATAN
Upaya pengobatan adalah bentuk pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menghentikan proses perjalanan suatu penyakit (kuratif) mencegah dan mengurangi kecacatan. Tujuannya untuk meningkatkan derajat kesehatan perorangan dan masyarakat khususnya untuk menghentikan proses perjalanan penyakit yang diderita seseorang, mengurangi penderita karena sakit, mencegah dan mengurangi kecacatan.
Kunjungan dalam gedung mencakup semua lapisan pelayanan yang ada. Kunjungan dalam gedung di Puskesmas Mungo meliputi kunjungan BPJS, Umum ( Baik sakit maupun sehat) untuk pelayanan imunisasi, pengobatan bagi kader dan pengobatan TB Paru.
 
UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN
Beberapa upaya kesehatan pengembangan yang dilaksanakan  Puskesmas Mungo tahun 2017 adalah :

1.UPAYA KESEHATAN GIGI DAN MULUT
Upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas adalah upaya kesehatan paripurna yang ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat yang berpenghasilan rendah, khususnya kelompok masyarakat yang rawan terhadap penyakit gigi dan mulut. Tujuannya adalah meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat yang optimal. Adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam usaha meningkatkan kesehatan gigi dan mulut adalah:
1.Pelayanan di poligigi Puskesmas
2.UKGS ( Usaha Kesehatan Gigi Sekolah )
3.Kegiatan integrasi gigi dan KIA
4.Demo Gosok Gigi Massal di Sekolah

2.UPAYA KESEHATAN JIWA
  Upaya kesehatan jiwa dipuskesmas adalah upaya kesehatan jiwa yang dilaksanakan ditingkat puskesmas secara khusus atau terintegrasi dengan kegiatan pokok puskesmas lainnya yang dilaksanakan oleh tenaga puskesmas dengan dukungan peran serta masyarakat baik dalam gedung maupun diluar gedung puskesmas yang ditujukan pada individu, keluarga, masyarakat.
Penanganan pasien jiwa /ODGJ ( Orang dengan gangguan jiwa ) sesuai dengan amanat dari undang- undang no 18 tahun 2014 tentang kesehatan jiwa.


3.UPAYA KESEHATAN MATA
  Merupakan upaya kesehatan dasar dibidang UKM / PK yang dilaksakan
Ditingkat puskesmas, diselenggarakan secara khusus atau terpadu dengan kegiatan pokok puskesmas lainnya. Upaya kesehatan mata ini berkerjasama dengan BKMM. Upaya yang dilakukan selama ini meliputi penemuan penderita dan penemuan kasus buta katarak.

4.UPAYA KESEHATAN SEKOLAH
  Merupakan kegiatan penunjang yang pembinaannya berada dibawah
Kesehatan Ibu dan Anak, Usaha kesehatan sekolah adalah kesehatan masyarakat yang dijalankan  di sekolah "“ sekolah dengan anak didik dan lingkungan sebagai sarana utama

5.UPAYA KESEHATAN LANSIA
  Keberadaan kelompok lansia merupakan wujud nyata dan cerminan  kebutuhan masyarakat lansia terhadap pelayanan yang terjangkau, berkelanjutan serta bermutu dalam rangka mencapai masa tua yang sehat, bahagia, berdaya guna bagi keluarga maupun masyarakat.
Jumlah kelompok lansia yang telah terbentuk sebanyak 12 kelompok antara lain :
1.Indobaleh Timur
2.KPL
3.VI Kampung
4.Tanjung Kaliang
5.XII Kampung
6.Madang kadok
7.Rageh
8.Padang Panjang
9.Sikabu-Kabu
10.Kapalo koto
11.Tanjung tangah
12.Baliak Bukik

Kegiatan :
Posyandu lansia :pemeriksaan kesehatan lansia seperti :
- pengukuran TD, berat badan, dan tinggi badan lansia
- Senam Lansia
- Penyuluhan Kesehatan
- Pemeriksaan Labor per 3 bulan
- DLL

6.POSBINDU PTM
  Merupakan kegiatan pengendalian factor resiko PTM melalui pemberdayaan masyarakat. Sasaran program ini ditujukan kepada seluruh masyarakat sehat dan beresiko yang berusia mulai dari 15 tahun keatas. Posbindu diselenggarakan sebulan sekali, bila diperlukan dapat lebih dari satu kali dalam sebulan. Hari dan waktu dipilih sesuai kesepakatan serta dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Posbindu PTM diperlukan untuk dapat mengendalikan factor resiko penyakit tidak menular yang terdapat pada setiap individu agar tidak berkembang menjadi penyakit tidak menular.
Jumlah Posbindu PTM  yang telah terbentuk sebanyak 7 buah adalah :
- Posbindu VI Kampung
- Posbindu XII Kampung
- Posbindu Tanjung Kaling
- Posbindu Subaladung
- Posbindu Indobaleh Barat
- Posbindu Gugus II Mungo di Jorong KPL
- Posbindu di UPT pendidikan Kec.Luak

Kegiatan :
- Identifikasi faktor resiko PTM
- Edukasi konseling FR- PTM
- Pencatatan dan pemantauan termasuk rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan dengan menggunakan system 5 meja ( Meja 1 untuk registrasi dan administrasi, meja 2 untuk wawancara, meja 3 untuk pengukuran antropometri : BB, TB, LP, Analisa lemak tubuh, meja 4 untuk pengukuran factor resiko PTM biologis : pengukuran tekananan darah, gula darah, kolesterol, arus puncak ekspirasi, meja 5 untuk edukasi dan konseling

ANALISA MASALAH  DAN PEMECAHAN
UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

1. PROGRAM PROMOSI KESEHATAN
Masalah yang ditemukan :
- Belum optimalnya pelaksanaan kampanye hidup bersih di Rumah Tangga, dan Tempat-tempat umum
- Belum optimalnya pelaksanaan kampanye kesehatan, advokasi di bidang kesehatan sehingga masih tingginya angka kunjungan sakit ke Puskemas
- Masih belum optimalnya pembinaan kader posyandu sehingga kader aktif belum mencapai target dalam kegiatan posyandu
- Belum optimalnya pemanfaatan pemangku kepentingan di kecamatan dalam pelaksanaan kegiatan

Penyebab Masalah :
- Kurangnya pelaksanaan kampanye hidup bersih di Tempat "“ tempat umum, RT
- Kurangnya pembinaan terhadap Kader dalam pencapaian target kegiatan
- Kurangnya insentif kader yang dianggarkan
- Kurangnya media promosi di bidang kesehatan
- Petugas belum sesuai dengan kopetensi yang standar sesuai dengan 
  Permenkes 75 tahun 2014

Alternatif penyelesaian masalah :
- Meningkatkan frekuensi kampanye hidup bersih
- Meningkatkan pembinaan terhadap kader
- Selalu menganggarkan insentif kader setiap tahunnya
- Memperbanyak mendia promosi
- Melibatkan perangkat nagari, kecamatan dalam promsi kesehatan
- Memanfaatkan pojok  kesehatan di tingkat Nagari maupun Kecamatan

2.PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK / KB
Dari Kegiatan Ibu Dan Anak/KB yang mencapai target adalah Peserta KB aktif yaitu dengan sasaran 3668 yang tercapai 3865 peserta dimana pencapaiannya lebih dari 100 %
- Kasus BBLR tidak tinggi
- Kasus resti nakes juga tidak tinggi
- Pelayanan nifas lengkap belum mencapai target

Masalah yang ditemukan :
- Masih kurangnya pencapaian  K4
- Masih kurangnya pencapaian  KN lengkap
- Masih kurangnya penjaringan bumil dengan resiko tinggi
- Masih rendahnya pertolongan persalinan oleh Nakes
- Masih kurangnya deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang Balita
- Masih kurangnya deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang Anak pra sekolah
- Masih Kurangnya Kesadaran Ibu hamil untuk datang pemeriksaan Kehamilan ke Fasilitas kesehatan

Penyebab masalah :
- Kurangnya penyuluhan pada ibu hamil agar selalu memeriksakan diri selama hamil
- Kontak pertama ibu hamil sering terlambat
- Kurangnya  penjaringan terhadap bumil dengan resiko tinggi
- Masih rendahnya partisipasi masyarakat untuk mengungjungi Nakes
- Kurangnya pelaksanaan DDTK pada Balita dan Anak Pra Sekolah

Alternatif penyelesaian masalah :
Meningkatkan frekuensi penyuluhan pada ibu hamil tentang pentingnya memeriksakan diri lebih dini dan secara teratur selama hamil serta tentang pentingnya kapsul Fe untuk Bumil.
- Pemeriksaan bumil yang rutin pada tenaga kesehatan
- Melaksanakan dan memberikan Penyuluhan secara menyeluruh pada ibu hamil
  di saat pelaksanaan Kelas ibu hamil
- Meningkatkan penjaringan terhadap bumil dengan resiko tinggi
- Meningkatkan frekuensi penyuluhan pada PUS tentang pentingnya ber KB guna
  menjarangkan kehamilan dan menjaga kesehatan Ibu/ Anak
- Meningkatkan pelaksanaan DDTK pada Balita dan anak Pra Sekolah
- Melibatkan kaum bapak "“ bapak dalam pelaksanaan kelas ibu hamil, kelas ibu
  balita


4.PROGRAM PERBAIKAN GIZI KELUARGA
Penemuan Kasus BGM masih dibawah target ( 0,7 ) , artinya kasus BGM tidak banyak ditemukan. Ini baik untuk pencapaian program gizi.
Masalah :
- Pemberian tablet Fe pada Bumil belum mencapai target
- Capaian D/S Masih rendah
- Masih ada masyarakat yang menganggap penimbanngan di atas umur anak 1 tahun tidak penting lagi
- Cakupan vit A ibu nifas masih rendah
- Pendistribusian PMT Bumil KEK masih rendah

Penyebab masalah :
- Masih kurang pengetahuan masyarakat tentang manfaat gizi bagi tumbuh kembang anak
- Masih kurangnya distribusi Fe Bumil dan Kurangnya pengetahuan Bumil tentang pentingnya Fe untuk Bumil
- Kurangnya motivasi Ibu untuk membawa bayi dan balitanya ke Posyandu untuk ditimbang
- Kurangnya pengetahuan Ibu tentang pentingnya penimbangan setiap bulan untuk pemantauan tumbuh kembang bayi dan balitanya

Alternatif penyelesaian masalah :
- Meningkatkan penyuluhan dan pengetahuan masyarakat tentang manfaat gizi
- Kerjasama dengan petugas KIA dan Bidan PP/Poskesri dalam pendistribusian Fe Bumil
- Meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya penimbangan setiap bulan untuk bayi dan balita dalam memantau tumbuh kembangnya
- Meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya Fe untuk Bumil dan perkembangan janinnya
- Melibatkan orang terkait yang mempunyai pengaruh besar terhadap masyarakat spt.pemerintah tk nagari,Ninik mamak toko-toko masyarakat lainnya dan membuat komitmen bersama
- Meningkatkan kersama dengan lintas sektor terkai dalam pembentukan tim pokja dan tentang membuat suatu kebijakan yang sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat
- Meningkatkan kinerja petugas seuai dengan SOP

3.PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN
Masalah yang ditemukan :
- Belum optimalnya pengawasan depot air minum
- Belum optimlanya pengawasan TTU
- Belum optimlanya pengawasan TPM
- Belum optimlanya pengawasan TP2 Pestisida
- Belum optimalnya pemeriksaan jamban keluarga sehat
- Masih belum optimalnya pemeriksaan sarana pembuangan sampah dan Limbah
- Masih belum optimalnya pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan dan pembinaan dalam upaya peningkatan perbaikan lingkungan pemukiman.
- Masih ada RT yang tidak memiliki sarana air bersih yang memenuhi syarat
- Masih ada RT yang tidak memiliki jamban sehat
- Masih ada Rumah yang tidak memiliki syarat rumah sehat

Penyebab Masalah :
Masih rendahnya kesadaran pengelola depot air minum untuk memeriksakan air olahannya
- Kurangnya pemeriksaan terhadap TTU, TPM, TP2 Pestisida
- Kurangnya pemeriksaan terhadap jamban keluarga sehat
- Kurangnya pemeriksaan sarana pembuangan sampah dan limbah
- Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam peningkatan perbaikan lingkungan pemukiman
- Kurangnya Koordinasi dengan nagari agar sumber air dilindungi

Alternatif penyelesaian masalah :
- Meningkatkan frekuensi pemeriksaan depot air minum dan penyuluhan  kepada 
  pengelola depot air minum
- Meningkatkan frekuensi pemeriksaan dan penyuluhan TTU, TPM, TP2 Pestisida
- Meningkatkan frekuensi pemeriksaan terhadap jamban keluarga
- Meningkatkan pembinaan terhadap rumah tangga dan masyarakat agar
  kesadaran nya meningkat untuk untuk hidup lebih sehat dan perbaikan
  lingkungan pemukiman
- Meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya air bersih bagi kesehatan serta manfaat bagi tubuh manusia
- Koordinasi dengan nagari agar sumber air yang dikonsumsi masyarakat banyak agar dilindungi

4.PROGRAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR P2M
Dari kegiatan program P2M yang mencapai target adalah :
- Pemeriksaan Suspek TB
- Pengobatan penderita TB BTA (+)
- Rehidrasi oral dengan oralit untuk pasien diare
- Pengobatan kasus pneumonia
- Pengobatan / pemberian VAR berdsarkan pemeriksaan spesimen lab (+)
- Penemuan dan penanganan kasus DBD
- Penemuan dan penanganan kasus Campak
- Melakukan pelaporan mingguan penyakit menular
- Evaluasi PRM dengan Dinkes Kabupaten

Masalah :
- Penemuan suspek TB belum mencapai target
- Pemeriksaan kontak serumah masih kurang
- Penyuluhan TB masih kurang
- Masih kurangnya imunisasi pada bayi
- Masih Kurangnya pencapaian Bias Campak dan Bias DT/ Td
- Masih rendah pencapain imunisasi pada bayi

Penyebab Masalah :
- Masih kurangnya pengetahuan ibu  tentang pentingnya imunisasi untuk bayi
- Masih kurangnya motivasi masyarakat untuk memeriksakan penyakitnya ( batuk dan gejala lain )  ke Puskesmas mungkin karena anggapan TBC adalah penyakit guna- guna, keturunan.
- Belum optimalnya pemeriksaan kontak serumah yang dilakukan oleh petugas.
- Masih ada murid kelas 1, 2, 3 yang tidak mau di imunisasi BIAS
- Masih adanya isu yang mengatakan bahwa imunisasi itu haram

Alternatif penyelesaian masalah ;
- Meningkatkan penyuluhan tentang manfaat imunisasi serta penyebaran leaf let tentang manfaatnya.
- Meningkatkan penyuluhan tentang penyakit TBC dan akibatnya serta penyebaran leaf let tentang penyakit TBC.
- Mengoptimalkan pemeriksaan kontak serumah oleh petugas  untuk penjaringan suspek dan kasus
- Meningkat penyuluhan tentang pentingnya dan mamfaat imunisasi pada bayi
- Melibatkan lintas sektor dalam membuat suatu kebijakan tentng pentinya imunisasi pada bayi

5.PROGRAM PENGOBATAN
  Kegiatan Pengobatan yang telah dilaksanakan  masih kurang optimal. Namun secara  visite rate sudah mencapai  4,02 ( Baik dengan VR = 3 ) menandakan bahwa kunjungan sehat maupn sakit, dalam dan luar gedung sudah mengalami peningkatan, Puskesmas dan satelitnya masih belum optimal dalam pelaksanaan pemanfaatannya.
Penyebab masalah :
- Pelayanan yang kurang optimal dari petugas
- Masyarakat masih enggan memeriksakan diri ke Puskesmas mungkin karena jauh, biaya besar

Alternatif penyelesaian masalah :
- Motivasi petugas Puskesmas dan satelit untuk lebih optimal lagi memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
- Mengembangkan satelit agar lebih pro aktif  dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat
- Memberikan pelayanan dengan meningkatkan kualitas pelayanan pada msyarakat dengan menciptakan beberapa kegiatan yang inovatif sehingga masyarakat mengerti akan manfaat Puskesmas
- Mengembangan ruangan pelayanan yang nyaman
- Memberikan pelayanan pada masyarakat dengan melakukan kegiatan Puskesmas keliling

UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN
1.UPAYA KESEHATAN GIGI DAN MULUT
  Kegiatan UKGS yang dilakukan cukup optimal dan bermanfaat untuk murid SD dan masyarakat. Hal ini dapat dilakukan bukan sekedar penyuluhan namun dengan melakukan pemeriksaan gigi secara terintegrasi dengan program yang lain.

2.UPAYA KESEHATAN JIWA
  Kegiatan Jiwa yang dilakukan cukup optimal dan bermanfaat untuk  masyarakat dan .tidak ada lagi jiwa pasung , dan masyarakat mengerti bahwa gangguan jiwa bukan suatu yang menakutkan tapi sesuatu penyakit yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam penanganannya.

3.UPAYA KESEHATAN MATA
  Penjaringan katarak cukup bermanfaat untuk masyarakat dan tindakan rujukan   ke RS yang diberikan cukup membantu masyarakat dalam mengurangi masalah katarak. Dan bekerjasama dengan lintas sector lain yang bergerak di bidang pengobatan Mata spt. Melakukan penjaringan dengan bekerja sama dalam kegiatan operasi katarak gratis.

4.UPAYA KESEHATAN SEKOLAH
  Penjaringan kesehatan sudah dilakukan diseluruh SD, SLTP, SLTA. Cukup bermanfaat dalam memberikan informasi kesehatan kepada seluruh siswa/ siswi.
  Pembinaan Kesehatan lingkungan sekolah diharapkan bisa membuat lingkungan sekolah lebih sehat dan higienis.
  Dengan adanya UKS dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan dan tata cara pengelolaan suatu penyakit yang bersifat pertolongan pertama yang bisa dilakukan disekolah

5.UPAYA KESEHATAN LANSIA
  Dari upaya kesehatan lansia ada 12 kelompok yang telah dibina, diharapkan adanya peningkatan agar  bisa mencapai seluruh jorong. Diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam upaya merubah prilaku masyarakat. Dan dapat membantu para lansia mempunyai harapan hidup lebih baik sehingga meningkatkan rasa percaya diri sehingga para lansia merasa di butuhkan dalam masyarakat. Hal ini dapat menekan terjadinya gangguan kejiwaan pada lansia. Namun yang aktif melaksanakan kegiatan setiap bulan hanya 9 kelompok.

6.POSBINDU PTM
  Telah terbentuk 7 buah Posbindu PTM, diharapkan adanya peningkatan agar  bisa mencapai jorong/ tempat- tempat instansi pemerintah seperti kantor camat, kantor nagari. Diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam upaya merubah prilaku masyarakat. Dan dapat mengetahui secara dini tentang penyakit yang bersifat degeneratif karena penyakit degeneratf ini merupakan faktor resiko yang menyebabkan kematian tertinggi di banding kasus yang lainnya.
.
TOTOK BERHENTI MEROKOK
Suatu kegiatan inovatif yang dilaksankan dengan gratis / tanpa pungutan biaya dengan tujuan untuk mengurangi dampak negatif dari rokok . Hal ini dilaksankan tanpa paksaan dimana masyarakat diharapakan mempunyai kesadran tersendiri untuk berhenti merokok.

  • 13 September 2018

Statistik

Link Banner

Informasi Kontak

Alamat kantor:

Jalan Raya Payakumbuh-Lintau KM 08 Pakan Sabtu
 


Telephone:0752-759420
Email: kecamatan.luak.50kota@gmail.com
Website: kec-luak.limapuluhkotakab.go.id