Asal Nama Sungai Kamuyang
Dalam pembicaraan dengan Rajo Malano, Rajo Kayo, Rajo Basya, dan Rajo Mangkuto menceritakan bahwa mereka menemukan sebatang pohon Muyang yang sangat besar dan tinggi, tumbang ketika terjadi angin ribut. Pangkalnya terletak di Lurah Tanjung dan rebahnya arah Sungai Kapo. Waktu itu Sungai Kapo masih rawa-rawa. Begitu besarnya batang Muyang itu pucuknya sampai ke Tarok. Sapanjang dahan maleba, sapanjang pucuak manjulai. Bunga-bunganya beterbangan ke arah Utara. Sampai sekarang sisa batang Muyang masih dapat dijumpai tarehnya yang sudah menghitam di Batu Capuak Lurah Bandar Dalam, dan sering diambil orang untuk obat.
Semua kemudian sepakat daerah itu dinamakan Sungai Kamuyang. Selain dari Batang Muyang yang tumbang mereka juga menemukan mata air besar yang melonjak-lonjak keluar dari perut bumi. Mata air tersebut telah mereka tutup dengan batu besar agar mengalir melebar dan dapat dimanfaatkan untuk mengairi sawah. Menurut persi cerita dari masyarakat di tutup dengan kancah/lesung batu yang lebar dan besar (Lokasi ini dinamakan dengan Batang Tabit. Tahun 1910 saat Pohon Kamuyang yang tumbuh ditepiannya bertambah besar, disekelilingnya diperbaiki, dan populerlah menjadi objek wisata alam Batang Tabik).
Syarat menjadi sebuah Nagari, daerah tersebut cukup syarat dan rukunnya, yaitu mempunyai dusun, taratak, koto barulah menjadi Nagari, dengan syarat lain yaitu ba Balai, ba Musajaik, balabuah, batapian, bapucuak, ba ampek suku, ba Datuk ampek di padusunan, bagalanggang mato nan ramai.
Sekitar tahun 1834, atas petunjuk dari Dt Rajo Malano Sungai Kamuyang perlu menyusun tatanan masayarakat yang tertib dan teratur. Maka dikukuhkanlah Rajo Basa sebagai Lantak Nagari, Rajo Kayo sebagai Tambangan Adat, Rajo Indo Mangkuto sebagai Pati Bunian. Memperdalam rukun agama dimintalah Tuanku Marajo dari Sungai Tarab, yang bertugas sebagai Rajo Ibadat di Balai Karambie. Beliau keberatan sebab beliau tidak mempunyai syarat rukun menjadi Raja Ibadat. Maka atas permufakatan diutus Palimo Kando ke Sungai Tarab untuk menjeput Rajo Mudo dunsanak dari Tuanku Marajo menjadi Rajo Ibadat di Sungai Kamuyang dan menjeput Dt Rajo Malano dari Air Tabit menjadi Raja Adat di Sungai Kamuyang, dengan berkedudukan di Parak Karambie sampai sekarang masih terdapat bukti berupa Batu sandaran Rajo.
Memperlancar informasi maka ditetapkanlah tempat bermusyawarah pada :
1.Balai Kaco di VI Kampung (Balainyo Dt Rajo Basa / pasukuan Mandahiling)
2.Balai Kaciek di VIII Kampung (Balainyo Dt Rajo Kayo / pasukuan Patopang)
3.Balai Karambie di XII Kampung (Balainyo Tuanku Marajo / pasukuan Piliang)
Perlawanan Tuanku Imam Bonjol berakhir pada tahun 1837, Belanda memantau daerah-daerah Luak Limo Puluah yang berkembang, lalu menanamkan jasa dengan mendudukkan kepercayaan pada seorang pemimpin. Kolonial Belanda mengangkat Dt. Musaid sebagai Tuk Palo (Angku Kepalo) berkisar antara tahun 1837 – 1879 yang memerintah lebih kurang selama empat puluh dua tahun.
Tahun 1892-1926 Kolonial Belanda mengganti Dt. Musaid dengan Cauah Dt. Bagindo Simarajo. Pada masa pemerintahan Cauah Dt. Bagindo Simarajo Sungai Kamuyang mengalami dan perkembangan yang pesat. Beliau berjuang agar Sungai Kamuyang, kembali melaksanakan Hukum Adat.
Atas prakarsanya dibangunlah jalan melintas sawah tangah, yang memperlancar hubungan ke Air Tabit dan Payakumbuh. Lalu pada tahun 1918 dilewakanlah para Penghulu baru, sebanyak dua puluh tiga orang atau lazim disebut tangah tigo puluah dengan gelar Datuk. yang akan bermusyawarah di Balainya masing-masing. Para Penghulu menyatakan Sungai Kamuyang menjadi Nagari, sebab syarat rukun menjadi Nagari sudah cukup.
Untuk melengkapi persyaratan, diambil kesepakatan menetapkan Balai Rajo Kayo yang terletak di Kaciak menjadi Balai Adat Sungai Kamuyang, dan membangun Suaru Gadang dengan dua puluh tiga tiang sebagai tiangnya 23 Panghulu, ditambah satu lurus di tengah menyimbolkan tiangnya Raja. Memenuhi permintaan masyarakat yang dipimpin oleh para Penghulu, dan dilatar belakangi oleh pengetahuan dan pengaruh paham pemerintahan dengan system bajanjang naik batanggo turun sesuai yang dikembangkan oleh Dt Ketemenggungan dan Dt Perpatih Nan Sebatang.
Pada masa ini Jorong baru tiga yaitu, Enam Kampung, Delapan Kampung, Dua Belas Kampung. Kemudian dengan bertambahnya penduduk maka muncullah dusun-dusun baru seperti Rageh, Madang Kadok, Subaladung, Tabing, dan Tanjung Kaling. Pusat perdagangan terletak di Koto Baru (sekarang) yang disebut Pakan Jum’at Bungo Setangkai yang dibuka pada setiap hari Jum’at. Hal ini sangat wajar sebab Pemandian Alam Batang Tabit mulai dikenal dan diminati sehingga masyarakat dari berbagai daerah banyak berkunjung. Lama kelamaan Bungo Setangkai menjadi Koto dan dinamakan Koto Baru.
Pada tahun 1925 Sungai Kamuyang resmi menjadi Nagari dengan Wali Nagarinya Cauah Dt. Bagindo Simarajo, dengan membagi wilayah menjadi sembilan Jorong, yaitu Enam Kampung, Delapan Kampung, Dua Belas Kampung, Rageh, Madang Kadok, Tabing, Tanjung Kaling, dan Koto Baru. Peresmian menjadi Nagari ini dimeriahkan dengan acara Baralek Panghulu sebanyak 27 orang Penghulu Kaum.
Kemudian Baralek Panghulu tahun 1957, di bawah Wali Nagari S. Dt. Bagindo Basa untuk mendudukkan kembali para Panghulu yang bercerai berai dengan pendudukan Jepang. Terakhir pada tahun 1986, dibawah Pimpinan S. Dt. Bagindo Basa sebagai Ketua KAN Sungai Kamuyang, alek Penghulu diselenggarakan yang konon beritanya merupakan alek terbesar di Sumatera Barat, dengan enam puluh Penghulu dan dilewakan oleh Ketua LKAM Sumatera Barat dan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat Bapak Ir. H. Azwar Anas. Dt. Rajo Sulaiman.
SEJARAH PERKEMBANGAN NAGARI SUNGAI KAMUYANG
Sepanjang bisa diamati selama masa kolonial Belanda Nagari Sungai Kamuyang di Perintah oleh 3 orang Datuak Palo, disamping sebagai pimpinan pemerintahan juga sekaligus menjadi Pimpinan Adat.
1.1942 – 1945 Masa Pendudukan Jepang.
Pada masa ini Hukum dan Peraturan Adat tidak mengalami perubahan yang berarti, sebab Jepang mengambil hati rakyat Indonesia dengan mencanangkan Asia Timur Raya Kita bersaudara.
2.1945 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
3.1946 – 1949 Masa darurat, atau yang lebih terkenal dengan Agresi Belanda.
Masyarakat tidak sempat memikirkan tentang Hukum Adat maupun Hukum Banagari, semua terlibat dalam suasana cemas dan semangat juang. Pada waktu ini Markas Kepolisian Luhak bermarkas di Aur Duri (Batas Subaladung – Rageh – Madang Kadok).
4.1959 – 1960 Pergolakan PRRI. Pada masa ini PRRI memilih sentral pertahanan di Lereng dan Puncak Gunung Sago. Sehingga wajar jika penduduk Sungai Kamuyang menerima dampak yang pertama.
5.1965 – 1966 Pemberontakan G 30 S PKI. Terjadi suatu peristiwa yang sangat tragis, yaitu mungkin suatu alasan penyelamatan dokumen Negara seluruh arsip Nagari Sungai Kamuyang dimusnahkan oleh Wali Nagari.
6.1966 – 1985 Peralihan Jorong-jorong Nagari menjadi Desa. Sehingga peranan Nagari hanya sebatas Hukum Adat belaka.
7.1985 – 2000 Penciutan Desa-desa dengan membagi Nagari menjadi empat Desa, yatu Sungai Kamuyang Utara, Sungai Kamuyang Timur, Sungai Kamuyang Barat, dan Sungai Kamuyang Selatan.
8.2000 – sekarang Kembali ke Pemerintahan Nagari.
WALI NAGARI/PEMIMPIN PEMERINTAHAN DI SUNGAI KAMUYANG
NO. TAHUN NAMA KETERANGAN
1. 1837 – 1879 Dt. Musaid Masih dalam Pemerintahan Kolonial Belanda
2. 1879 – 1926 Cauah Dt. Bagindo Simarajo Masih dalam Pemerintahan Kolinial Belanda
3. 1926 – 1946 Wahid Dt Rajo Dirajo Masih dalam Pemerintahan Kolonial Belanda
4. 1946 – 1948 MO. Dt Mangkuto Basa Masa darurat
5. 1948 Baheramsyah
6. 1948 - 1950 H. Marsidin
7. 1950 – 1954 H. Amiruddin Karung
8. 1954 – 1959 Sirat Dt Bagindo Basa
9. 1960 M.Dt. Rajo Nan Panjang
10. 1960 – 1965 Baha Dt Sati Th 1965 pecah G30S PKI. Arsip Nagari dimusnahkan.
11. 1965 – 1968 Angku Mudo Jinan
12. 1968 – 1972 Guru Rekan
13. 1972 – 1982 Sirat Dt Bagindo Basa Menjadi Wali Nagari untuk yang ke keduakalinya, dan berakhir dengan perubahan Jorong-Jorong Nagari menjadi 9 Desa.
14. 1983 - 1989 1. A.Chalil/Amri VI Kampung
2. Irsyal VIII Kampung
3. Edy Syofyan XII Kampung
4. Dayuni Rageh
5. Ardison Madang Kadok
6. Dt Rajo Basa Subaladung
7. Irman Jamil Tabing
8. Dt Rajo Nan Bajulai Tanjung Kaling
9. Syahrinas Koto Baru Batang Tabit
Ke 9 nya adalah Kepala Desa sebab terjadi perubahan Nagari menjadi Desa. Jorongpun menjadi Desa.
15. 1989 – 2001
Edy Syofyan Sungai Kamuyang Barat
Azhar M Sungai Kamuyang Utara
Zulfahmi Sungai Kamuyang Timur
Dayuni Sungai Kamuyang Selatan
Sungai Kamuyang berubah menjadi 4 Desa dengan penciutan atau penggabungan Desa.
16. 2001 – 2008
H.Luzon Lanjumin, BSc
Perubahan Desa kembali ke Pemerintahan Nagari dengan Wali Nagari H.Luzon Lanjumin,B.Sc.
17. 2008 – 2011 H. Thamrin Basyar, BA
18 2011 - 2013 YOL HENDRIANTO Pejabat Sementara, disebabkan H. THAMRIN BASYAR, BA mengundurkan diri
19 2013 - Sekarang H. IRMAIZAR DT. RAJO MANGKUTO, S.PdI
Kondisi Pemerintahan Nagari Sungai Kamuyang
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota nomor 2 tahun 2013 tentang Pemerintahan Nagari, Pemerintahan Nagari Sungai Kamuyang telah menyelenggarakan Pemerintahan, Pelayanan Masyarakat dan Pelaksanan Pembangunan berdasarkan otonomi yang dimiliki dengan mengembangkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat dan berkoordinasi dengan unsur-unsur terkait dalam penyelenggaraan pemerintahan, perencanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.
Geografi
Luas dan Batas Wilayah Administrasi
Nagari Sungai Kamuyang merupakan satu dari 79 Nagari yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota yang memiliki luas wilayah 30,37 KM2 yang berarti 0,9 persen dari luas Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu 3.354,30 Km2.
Nagari Sungai Kamuyang terdiri dari 9 Jorong. Jorong Subaladung merupakan jorong yang paling luas di Nagari Sungai Kamuyang. Sedangkan Jorong dengan luas terkecil adalah Jorong VIII Kampung. Luas wilayah per jorong secara rinci dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut.
Luas wilayah Per Jorong
No Jorong Luas (Km²) Persentase (%)
1 Subaladung 7,50 24,70
2 Tabing 4,52 14,88
3 Tanjung Kaling 1,33 4,38
4 Batang Tabik 1,06 3,49
5 VI Kampung 0,95 3,13
6 VIII Kampung 1,50 4,94
7 XII Kampung 0,75 2,47
8 Rageh 7,00 23,05
9 Madang Kadok 5,76 18,97
Jumlah 30,37 100,00
Sumber : Bappeda Kabupaten Lima Puluh Kota
Letak dan Kondisi Geografis
Secara Geografis Nagari Sungai Kamuyang terletak di Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota dengan luas 3.037 Ha. Sesuai dengan Keputusan Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota nomor 291/BLK/2001 tentang Pembentukan Pemerintahan Nagari Sungai Kamuyang Kecamatan Luak, Nagari Sungai Kamuyang yang secara administratif berbatasan dengan:
- Sebelah Utara berbatasan dengan Air Tabit ( Kota Payakumbuh )
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Gunuang Sago
- Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Andaleh dan Nagari Labuah Gunuang
- Sebelah Barat berbatasan dengan Sikabu-Kabu Tanjuang Haro Padang Panjang
Kondisi Topografi
Nagari Sungai Kamuyang mempunyai Topografi yaitu kemiringan, ketinggian dan morfologi daratan, wilayah pegunungan, dataran tinggi dan dataran rendah. Nagari Sungai Kamuyang terletak pada daerah relatif yang bergelombang dan berbukit yang memiliki kemiringan tanah yang berkisar antara 5 - 40 % bahkan ada yang lebih dari 40 % ( lebih dominan ) yang dikelompokkan dalam:
? Lahan dengan kemiringan 15 - 40% terdapat pada bagian selatan dan barat dari Nagari Sungai Kamuyang.
? Kemiringan 74 % terdapat dibagian Selatan Nagari Sungai Kamuyang.
Nagari Sungai Kamuyang terletak pada ketinggian 300 - 1.000 M di atas permukaan laut. Berikut Tabel Ketinggian Nagari Sungai Kamuyang dari Permukaan laut.
Ketinggian Nagari Sungai Kamuyang dari Permukaan Laut
NO INTERVAL LERENG JORONG
1. 300 – 500 m dpl Batang Tabik, Tanjuang Kaliang, VI Kampuang, VIII Kampuang
2. 500 – 1000 m dpl Tabiang, XII Kampuang, Rageh, Subaladuang dan Madang Kadok
a. Geologi
Jenis tanah di Nagari Sungai Kamuyang merupakan jenis tanah latosol coklat dan padzolik merah kuning, PH tanahnya agak masam sampai sedang yang bersifat tahan terhadap erosi dan cocok untuk pertanian.
b. Hidrologi
Tata air Nagari Sungai Kamuyang terdiri dari air permukaan dan air bawah tanah, Nagari Sungai Kamuyang mempunyai banyak sumber mata air seperti Pemandian Alam di Batang Tabik, mata air-mata air yang pada umumnya dijadikan oleh masyarakat sebagai tempat mandi umum ( MCK ) dan pengairan sawah. Nagari Sungai Kamuyang juga dilalui oleh sebuah aliran anak sungai seperti sungai Batang Punago yang pola alirannya berasal dari Gunung Sago.
c. Klimatologi
Suhu rata-rata di Nagari Sungai Kamuyang berkisar 22 0C – 29 0C dan kelembaban udara sekitar 81.6 % - 90.6 %. Sedangkan curah hujan cukup tinggi pertahun 4500 mm / tahun tanpa bulan kering, curah hujan tertinggi terjadi pada bulan November ( 161 mm ) dengan hari hujan sebanyak 14 hari, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Februari ( 74 mm ) dengan hari hujan sebanyak 9 hari Kondisi iklim tersebut tidak berpengaruh terhadap aktivitas penduduk.
d. Penggunaan Lahan
Dari kondisi topografi yang ada di Nagari Sungai Kamuyang akan mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan ketersediaan lahan. Penggunaan lahan di Nagari Sungai Kamuyang di dominasi areal pertanian ( sawah, kolam ikan dan ladang ) perumahan sarana prasarana perkebunan hutan dan bentuk lainnya.
Wilayah Rawan Bencana
a. Bencana Gempa Bumi
Berdasarkan publikasi ilmiah “The Sumatra fault system, Indonesia†Januari 2001 oleh Danny Hilman Natawidjaja dan Kerry Sieh dari California Technology University menunjukkan Kabupaten Lima Puluh Kota dilewati sesar aktif. Analisis geomorfologi citra Landsat yang di-overlay peta sesar aktif dari Caltech tersebut menunjukkan sesar aktif tersebut memotong di 4 kecamatan, yaitu Situjuah Limo Nagari, Suliki, Gunuang Omeh, Harau, dan Bukit Barisan. Secara umum dampaknya tidak terlalu terasa di Nagari Sungai Kamuyang, namun tentu perlu kiranya kita waspada karena bencana ini tidak bisa kita perkirakan kapan terjadinya dan seberapa besar kekuatannya.
b. Bahaya Gerakan Tanah/Longsor
Tanah longsor merupakan pergerakan material pembentuk lereng berupa bantuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut ke arah yang lebih rendah. Ada 6 (enam) jenis tanah longsor, yaitu longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Longsoran ini disebut juga longsoran translasi blok batu. Sedangkan faktor-faktor penyebab tanah longsor adalah hujan, lereng terjal, tanah yang kurang padat dan tebal, batuan yang tidak kompak, jenis penggunaan lahan, getaran, beban tambahan, erosi, material timbunan pada tebing, bekas longsoran lama, adanya bidang diskontinuitas dan penggundulan hutan.
Gejala umum tanah longsor diantaranya adalah munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing, munculnya mata air baru secara tiba-tiba dan tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan. Peristiwa tanah longsor yang terjadi di Nagari Sungai Kamuyang pada umumnya terdapat pada daerah dengan kondisi geologi yang tidak stabil dan seringkali dipicu oleh terjadinya hujan deras yang melebihi titik tertinggi. Tanah longsor biasanya menyebabkan terganggunya fungsi areal pertanian masyarakat.
c. Bahaya Banjir
Secara umum Nagari Sungai Kamuyang kondisi lahan menurun, jadi bencana banjir bisa diaktan kecil sekali kemungkinan terjadi.
d. Bahaya Kekeringan
Bahaya kekeringan sering terjadi pada musim kemarau yang bisanya terjadi pada bulan Juli sampai September, yang menyebabkan masyarakat tidak bisa bercocok tanam terutama tamanan padi sawah. Hal ini sudah mulai kita atasi dengan memperbaiki irigasi-irigasi dan membangun embung.
e. Bahaya Angin Ribut
Bencana Angin Ribut terakhir terjadi pada awal tahun 2015, yang mengakibatkan beberapa rumah masyarakat mengalami kerusakan. Bencana ini terjadi sepertinya sudah ada siklusnya. Maka diharapkan kepada kita semua bisa waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi.
f. Bahaya Kebakaran Hutan
Seperti kita ketahui kebakaran hutan banyak terjadi didaerah lain seperti Provinsi Riau dan Sumatera Selatan, kita di Kabupaten Lima Puluh Kota pada umumnya yang mendapatkan dampaknya yaitu asap yang sangant mengganggu kesehatan.
Kemiskinan
Angka Kemiskinan di Nagari Sungai Kamuyang masih cukup tinggi yaitu 17,58 %. Angka ini dihitung dari pemanfaatan Beras Raskin sebanyak 380 KK dari 2162 KK yang ada di Nagari Sungai Kamuyang. Upaya Pemberantasan kemiskinan sudah dilakukan oleh Pemerintah, diantaranya dengan memberikan Program Perlindungan Sosial berupa Pemberian Bantuan Langsung melalui Kartu Perlindungan Sosial (KPS), Pemberian Bantuan Modal Usaha melaui Program Kredit Mikro Nagari dan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) PNPM-MPd.
Namun program ini nampaknya belum berhasil secara signifikan karena :
1. Pemberian bantuan langsung membuat masyarakat menjadi malas untuk berusaha.
2. Bantuan modal yang diberikan sering digunakan bukan untuk berusaha, tapi untuk memenuhi kebutuhan konsumtif.
Kesempatan Kerja
Kesempatan kerja merupakan hubungan antara angkatan kerja dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja. Pertambahan angkatan kerja harus diimbangi dengan investasi yang dapat menciptakan kesempatan kerja. Dengan demikian, dapat menyerap pertambahan angkatan kerja.
Kesempatan Kerja di Nagari Sungai Kamuyang saat semakin kecil, ini disebabkan karena Sektor Industri tidak berkembang. Kesempatan kerja terbesar berada di sektor pertanian, tapi sektor ini kurang diminati oleh Angkatan Kerja terutama Generasi Muda.
Kedepannya kita akan membangun dan mengembangkan kawasan agrowisata yang Grand Desain telah selesai dibuat yang bekerjasama dengan Universitas Andalas Padang. Dengan dibangunnya kawasan agrowisata tersebut dharapkan Anak Nagari tidak perlu keluar dari Nagari untuk mencari pekerjaan.
Kriminalitas
1. Angka Kriminalitas yang Tertangani
Keamanan, ketertiban dan penanggulangan kriminalitas merupakan salah satu prioritas untuk mewujudkan stabilitas penyelenggaraan pemerintahan terutama di nagari Pemerintahan nagari dapat terselenggara dengan baik apabila pemerintah dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat, menjaga ketertiban dalam pergaulan masyarakat, serta menanggulangi kriminalitas sehingga kuantitas dan kualitas kriminalitas dapat diminimalisir.
Angka kriminalitas di Nagari Sungai Kamuyang secara umum cukup kecil. Khusus menangani tindakan kriminal ringan saat ini tidak perlu sampai ke pihak Kepolisian karena di Nagari sudah ada suatu Badan yang dibentuk yaitu Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).
Seni Budaya dan Olahraga
Pembangunan bidang seni, budaya dan olahraga sangat terkait erat dengan kualitas hidup manusia dan masyarakat. Hal ini sesuai dengan 2 (dua) sasaran pencapaian pembangunan bidang sosial budaya dan keagamaan yaitu (i) untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab serta (ii) mewujudkan bangsa yang berdaya saing untuk mencapai masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera.
Pencapaian pembangunan seni, budaya dan olahraga dapat dilihat berdasarkan beberapa indikator antara lain jumlah grup kesenian, jumlah gedung kesenian, jumlah klub olahraga, dan jumlah gedung olahraga.
Perkembangan jumlah group kesenian, gedung kesenian, klub olahraga dan lapangan olahraga Nagari Sungai Kamuyang dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Demografi
Berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh Jorong, Jumlah Penduduk Nagari Sungai Kamuyang saat ini adalah sebanyak 7.231 Jiwa dengan rincian 3.506 Jiwa Laki-laki dan 3.725 Jiwa Perempuan, dengan rincian seperti tabel dibawah ini :
Jumlah dan Penyebaran Penduduk Nagari Sungai Kamuyang
No Jorong Jumlah Penduduk Jumlah KK RTM
LK PR
1 Subaladuang 708 731 1.439 430 160
2 Tabiang 520 530 1.050 326 71
3 Tanjuang Kaliang 403 413 814 258 157
4 Batang Tabik 478 493 971 311 113
5 VI Kampung 169 192 361 120 52
6 VIII Kampung 110 124 234 78 20
7 XII Kampuang 417 398 815 262 98
8 Rageh 370 380 850 222 55
9 Madang Kadok 334 338 672 211 86
Jumlah 3.506 3.725 7.108 2.218 812
Penduduk menurut kelompok Umur Nagari Sungai Kamuyang
NO URAIAN J O R O N G JML %
SBL TBG TJK BT VI VIII XII RGH MKD TABIT KPG KPG KPG
1 0 - <1 TH 30 25 5 22 4 5 24 26 35 176 2.43
2 1 - <5 TH 120 60 54 90 26 17 63 55 80 565 7.81
3 5 - 6 TH 40 50 25 30 15 5 39 35 30 269 3.72
4 7 - 15 TH 260 200 140 145 65 41 163 150 155 1319 18.27
5 16 - 21 TH 140 90 49 150 40 39 94 60 61 723 10.00
6 22 - 59 TH 680 525 430 410 151 105 340 325 345 3313 45.91
7 >60 TH 165 101 110 110 40 22 90 99 110 843 11.85
JUMLAH 1439 1051 816 959 341 234 819 750 822 7.108 100.00
Dari data tersebut diatas dapat dilihat kelompok usia produktif merupakan kelompok terbesar, hal ini merupakan sumber daya yang cukup potensial yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penduduk menurut tingkat pendidikan Nagari Sungai Kamuyang
NO URAIAN J O R O N G JML %
SBL TBG TJK BT VI VIII XII RGH MKD TABIT
1 Belum/Tak Sekolah 256 216 140 180 60 39 132 135 210 1368 18.92
2 Tidak Tamat SD 394 324 283 226 110 63 261 233 350 2244 31.04
3 SD 295 217 94 123 52 29 118 153 136 1217 16.83
4 SLTP 241 145 125 119 50 30 121 89 68 988 13.67
5 SLTA 215 135 156 239 58 48 145 117 51 1164 16.10
6 Akademi (D.1-D.3) 13 1 5 24 7 10 9 10 3 82 1.13
7 SARJANA (S.1-S.2) 23 13 13 48 4 15 33 13 4 166 2.30
JUMLAH 1437 1051 816 959 341 234 819 750 822 7.108 100.00
diatas dapat dijelaskan bahwa Tingkat pendidikan Masyarakat rata-rata Nagari Sungai Kamuyang masyarakat Nagari Sungai Kamuyang adalah SLTA sebanyak 1.217 orang atau 16,83 %, dan SLTA sebanyak 1.64 orang atau 16,1 %. Sedangkan yang sudah tamat Diploma dan Sarjana adalah sebanyak 248 orang atau 3,43 %.
Penduduk menurut Mata Pencaharian Nagari Sungai Kamuyang
NO URAIAN J O R O N G JML %
SBL TBG TJK BT VI VIII XII RGH MKD TABIT
1 Petani/Pekebun 275 140 128 59 33 14 120 135 86 990 13.69
2 Buruh Harian Lepas 14 5 21 7 8 1 3 4 12 75 1.04
3 Pegawai Negeri Sipil 40 7 10 26 5 10 21 14 1 134 1.88
4 TNI 2 3 1 2 3 1 2 0 1 15 0.21
5 POLRI 3 0 2 3 0 1 1 0 0 10 0.14
6 Karyawan Swasta 34 60 20 32 11 8 32 17 9 223 3.08
7 Honorer 16 4 5 8 4 4 7 4 1 53 0.73
8 Mengurus Rumah Tangga 333 267 189 240 89 56 202 183 168 1727 23.89
9 Sopir 13 17 9 35 10 5 11 10 6 116 1.60
10 Tukang Kayu 9 8 7 8 3 1 8 6 5 55 0.76
11 Tukang Batu 22 22 6 1 5 1 12 29 19 117 1.62
12 Perdagangan 6 2 6 18 6 4 7 5 2 56 0.77
13 Wiraswasta 22 43 18 45 11 6 19 12 19 195 2.70
14 Pensiunan 3 3 8 16 7 7 13 4 0 61 0.84
15 Mekanik 5 1 1 5 1 0 3 1 0 17 0.24
16 Belum/ Tidak Bekerja 274 214 158 212 80 42 141 168 146 1435 19.85
17 Pelajar/Mahasiswa 334 223 183 193 61 59 194 141 142 1530 21.16
17 Lainnya 32 32 44 49 4 14 23 17 205 554 7.66
JUMLAH 1437 1051 816 959 341 234 819 750 822 7108 100
Dari data diatas dapat dijelaskan bahwa rata-rata pekerjaan masyarakat adalah mengurus rumah tangga sebanyak 1727 orang atau 23,69 %, ini termasuk kategori pengangguran terselubung. Sedangkan yang bekerja sebagai Petani/Pekebun adalah sebanyak 990 orang atau 13.69 %.
Aspek Kesejahteraan Masyrakat
Kesejahteraan Sosial
Pendidikan
Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan diwujudkan dengan diberikannya wewenang kepada sekolah untuk menyusun kurikulumnya dengan mengacu pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pasal 35 tentang standar nasional pendidikan. Juga adanya tuntutan globalisasi dalam bidang pendidikan yang menuntut agar hasil pendidikan nasional dapat bersaing dengan hasil pendidikan negara-negara maju.
Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bentuk nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada sekolah untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunannya maupun pelaksanaannya di sekolah.
Penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan yang baik dan berkualitas akan menghasilkan lulusan yang baik dan berkualitas yang secara langsung akan bardampak kepada peningkatkan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi oleh anak nagari itu sendiri. Hal tersebut akan terwujud apabila adanya sinergitifitas antara setiap elemen dalam masyarakat, yaitu Pemerintah, Tenaga Pendidik (guru) dan masyarakat, untuk memberikan perhatian dan tindakan nyata dalam memajukan pendidikan.
Di Nagari Sungai Kamuyang dari tahun ke tahun penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan formal yang ada (PAUD/TK dan Sekolah Dasar) mengalami perkembangan yang baik dan telah menuju kepada penyelenggaraan dan pengelolaan yang baik dan berkualitas. Gambaran
umum institusi pendidikan formal yang ada di Nagari Sungai Kamuyang dapat dilihat pada uraian dibawah ini:
1.Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak
Secara psikologi dan pembawaan, anak usia di bawah umur lima tahun mempunyai daya serap (daya tangkap) dan rasa keingintahuan yang sangat kuat. Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) yang dalam kata lain disebut juga dengan kelompok bermain merupakan media yang tepat untuk membentuk karakter sebelum memasuki jenjang yang lebih tinggi. Sarana dan Prasarana untuk pendukung kegiatan ini masih belum lengkap dan perlu ditingkatkan lagi. Disamping itu PAUD yang ada dinagari juga merupakan PAUD yang terintegrasi dengan Posyandu yang ada dimasing-masing jorong.
Pendidikan TK merupakan pendidikan persiapan yang dilakukan setiap anak sebelum memasuki Sekolah Dasar, dengan berkembangnya dunia pendidikan saat ini yang mengacu kepada KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan diiringi peningkatan perekonomian dan pemahaman masyarakat (orang tua/wali murid) tentang pentingnya pendidikan pra sekolah (PAUD & TK) untuk mempersiapkan anak-anak mereka memasuki jenjang pendidikan formal, karena anak-anak yang telah mendapatkan pendidikan pra sekolah, akan lebih siap dalam memasuki dunia sekolah dasar daripada anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan pra sekolah. Di Nagari Sungai Kamuyang Sekolah Taman-kanak-kanak hanya enam buah, seperti terlihat pada tabel berikut :
No Nama sekolah Jorong Jumlah guru (orang) Ket
PNS Non PNS
1 TK/PAUD Istiqomah Tabing - 4
2 TK/PAUD Bunga Setangkai Batang Tabik - 5
3 TK/PAUD Alhidayah XII Kampung - 4
4 PAUD Darul Ulum Rageh - 2
5 TK/PAUD Nurul Ilahi Madang Kadok - 3
6 TK /PAUD Alhuda Subaladung - 3
Jumlah - 21
2.Sekolah Dasar (SD)
Pendidikan dasar adalah merupakan dasar dari semua kegiatan proses belajar dan mengajar mulai dari pengembangan ilmu, pembentukan karakter dan mental serta pengenalan lingkungan dan kreatifitas anak agar bisa berkembang dan siap melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Di Nagari Sungai Kamuyang terdapat 5 (lima) buah sekolah dasar Negeri, Namun salah satu sekolah yaitu SD 07 Sungai Kamuyang jumlah muridnya hanya 45 orang . Hal ini disebabkan karna beberapa masyarakat ada anaknya sekolah dasar di Kota Payakumbuh, Jumlah Guru,murid dan rasio guru dapat dilihat dalam tabel 12 Sebagai berikut:
Data Umum Sekolah Dasar di Nagari Sungai Kamuyang
Tahun Pelajaran 2016/2017
No Nama sekolah Jorong Jumlah guru Jumlah Murid Rasio Guru dan Murid
PNS Non PNS Lk Pr
1 SDN 01 Sungai Kamuyang XII Kampung 4 3 75 52 18.1
2 SD N 02 Sungai Kamuyang Batang Tabik 8 3 69 65 12.18
3 SD N 03 Sungai Kamuyang Rageh 6 2 56 53 13.6
4 SD N 04 Sungai Kamuyang Subaladung 7 3 92 89 18.1
5 SD N 05 Sungai Kamuyang Madang Kadok 6 2 63 45 13.6
6 SD N 06 Sungai Kamuyang Tanjung Kaling 8 3 51 45 8.7
7 SD N 07 Sungai Kamuyang Tabing 7 3 32 13 4.5
Jumlah 46 21 438 362 88.78
Dari tabel diatas terlihat bahwa rasio perbandingan guru dan murid rata-rata sudah mencukupi sesuai dengan standar nasional pendidikan tentang rasio maksimal guru dan murid yaitu 1 : 30 (1 orang guru untuk 30 murid) namun kecukupan rasio belum menjamin keberhasilan pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan akan tetapi ditentukan beberapa faktor diantaranya yaitu :
1. Kelengkapan sarana dan prasarana penunjang seperti lapangan olahraga dan ruangan Komputer.
2. Peran masyarakat dan Pemerintahan Nagari memberikan dukungan kepada pihak sekolah
3. Perlu kesamaan pandangan antara pihak sekolah, komite sehingga dapat memotifasi siswa untuk belajar secara baik sesuai dengan penerapan KTSP.
4. Pengelolaan dan pengorganisasian sekolah dalam bentuk manajemen yang baik, serta menyusun rencana strategis sekolah bersama komite.
Tingkat Pendidikan Penduduk Nagari Sungai Kamuyang Tahun 2016
TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH %
Belum/Tak Sekolah 1265 17,49%
Tidak Tamat SD 2175 30.07%
SD 1221 16.88%
SLTP 994 13.74%
SLTA 1167 16.13%
Akademi (D.1-D.3) 82 1,1%
SARJANA (S.1-S.2) 166 2,29%
Kesehatan
Pada umumnya keadaan kesehatan masyarakat Nagari Sungai Kamuyang saat ini telah cukup baik, hal ini diakibatkan dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai melalui Puskesmas Pembantu ( Pustu), Pos Kesehatan Nagari ( Poskesri ), Posyandu Balita, Posyandu Lansia dan Pemberian Makanan Tambahan bagi anak balita serta pemberian jaminan kesehatan pada masyarakat yang kurang mampu ( Kartu Indonesia Sehat).
Potensi Pengembangan Wilayah
a. Sektor Pertanian
Di Nagari Sungai Kamuyang sebagian besar mata pencaharian masyarakat yaitu bertani baik bercocok tanam padi dan palawija. Berdasarkan hal di atas pertanian merupakan salah salah satu sektor andalan masyarakat yang didukung ketersedian lahan, kondisi alam, iklim, curah hujan, ketersedian air dan struktur tanah yang sangat mempengaruhi hasil produksi terutama padi dan palawija.
Tanaman sayur – sayuran ( Hortikultura ) juga termasuk kedalam komoditi yang memiliki potensi penembangan yang sangat baik dan juga faktor pendukung yang sangat strategis ketersedian sumber daya alam, sumber daya manusia serta faktor letak dekat dengan pasar payakumbuh yang juga mendukung bagi pemasaranhasil produksi tanaman sayur sayur – sayuran ( Hortikultura ) ini. Di Nagari Sungai Kamuyang telah terbentuk 3 (tiga) buah Gabungan Kelompok Tani ( GAPOKTAN ) dibidang :
1.Sayur Organik
2.Padi / beras organik
3.Pupuk organic
Data Nama GAPOKTAN di Nagari Sungai Kamuyang
Tahun 2016
NO NAMA GAPOKTAN JENIS USAHA LOKASI ( JORONG )
1. Tanjung Saiyo Pertanian Pangan
2. Harapan Bersama
3. Subaladung sepakat
DATA LUAS AREAL SAWAH NAGARI SUNGAI KAMUYANG
NO LOKASI LUAS AREAL (Ha)
1. Jorong Subaladung 74
2. Jorong Batang Tabit 64
3. Jorong Tanjung kaling 76
4. Jorong VI Kampung 31
5. Jorong VIII Kampung 32
6. Jorong XII Kampung 40
7. Jorong Rageh 61
8. Jorong Madang kadok 55
9. Jorong Tabing 27
JUMLAH 460
Sumber : Hasil pendataan Nagari Sungai Kamuyang
b. Sektor Perkebunan
Selain sektor pertanian pangan sumber daya alam lainnya berupa perkebunan, Nagari Sungai Kamuyang yang topografinya bergelombang dan terletak pada dataran tinggi maka beberapa jenis tanaman perkebunan cocok untuk di kembangkan dengan keadaan atau kondisi iklm, tanah dan suhu. Di Nagari Sungai Kamuyang ada beberapa tanaman perkebunan rakyat di antaranya coklat ( cacau ), kelapa, tembakau, cengkeh, kulit manis dan lain – lain yang sudah ada di setiap Jorong dan khususnya untuk tanaman perkebunan tembakau terletak di Jorong Madang Kadok, Jorong subaladung dan sebagian di Jorong Rageh, perkebunan ini berupa perkebunan rakyat. Potensi ini sangat bagus untuk di kembangkan karena di dukung areal ( tanah Ulayat ) yang luas sekitar 150 Ha, dengan di optimalkannya potensi ini sehingga bisa menciptakan perkebunan yang moderen sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan dan menekan angka pengangguran serta meningkatkan pendapatan maka otomatis perekonomian masyarakat.akan terangkat.
c.Sektor Peternakan
Peternakan yang ada di Nagari Sungai Kamuyang saat ini adalah ternak sapi dan unggas yang sifatnya pribadi atau individu. Namun peternakan ada yang berbentuk kelompok yang sudah mendapat binaan dari dinas terkait dan Sarjana Membangun Desa. Kelompok-kelompok ini sudah mulai berkembang dan memiliki aset. Kelompok-kelompok tersebut adalah seperti yang tergambar pada tabel berikut :
Data Kelompok Ternak Nagari Sungai Kamuyang
NO NAMA KELOMPOK ALAMAT JUMLAH TERNAK Jenis KET
1 Lereng Sago Subaladung 43 Simental Cross SMD
2 Harapan Mulia Subaladung 30 Simental Cross, Brahman Cross SMD
3 Sago Pratama Subaladung 23 Frissian Holstein Disnak Provinsi
4 Merona Subaladung 20 Sapi Pesisir UPO
Disamping itu ada juga 4 (empat) kelompok peternak yang mendapat Bantuan dari Direktorat Jenderal Peternakan tahun 2009 masing-masing 25 ekor sapi Simental Cross yaitu :
a.Kelompok Saba Mananti
b.Kelompok Sakato
c.Kelompok Sakampuang dan
d.Kelompok Kambang Basamo
e.Sektor Perikanan
Berdasarkan kondisi lahan dan kekayaan alam Nagari Sungai Kamuyang merupakan Nagari yang terkenal akan sumber airnya yang besar, jernih dan stabil dalam kondisi iklim yang ekstri sekalipun, lokasi yang sangat memadai bagi perikanan maka dari itu usaha budidaya perikanan merupakan suatu usaha yang sangat cocok di kembangkan di sebagian wilayah Nagari Sungai Kamuyang untuk meningkatkan perkonomian masyarakat. Jenis usaha perikanan yang cocok untuk dikembangkan yaitu :
1.Budidaya ikan Kolam air deras
2.Pembibitan ikan nila dan mas
3.Budidaya Pembesaran ikan nila, mas, lele dan Gurami
f.Sektor Perindustrian
Industri yang ada di Nagari Sungai Kamuyang umumnya masih bersifat Rumah Tangga, misalnya idustri makanan ringan, konveksi dan perabot. Namun ada juga yang sudah agak besar seperti industri pengolahan kayu (Saw Mill), tapi jumlah masih sedikit.
g.Sektor Pariwisata
Objek wisata yang terdapat di Nagari Sungai Kamuyang yang sudah ada saat ini pemandian Batang Tabit. Objek Wisata ini sudah dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten berupa pemasangan keramik lantai dan dinding kolam renang utama juga Pemerintah Nagari sudah melakukan melakukan pengembangan berupa Pembuatan tempat parkir, pembangunan Mushalla dan Tempat Berjualan bagi Pedagang dengan Dana Desa Tahun 2015 dan 2016.
Kedepannya Nagari sudah ada MoU dengan LPPM Iniversitas Andalas Padang untuk pengembangan Kawasan Agrowisata yang berlokasi di tanah Ulayat Nagari di Lakuak Nan Gadang.
h.Sektor Pertambangan
Bahan galian yang terdapat di Nagari Sungai Kamuyang tidak terlalu dominan. Jenis bahan galian yang ada, antara lain batu kali, pasir, dan kerikil.
ASPEK PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NAGARI
Pelayanan dalam Bidang Administrasi
Pelayanan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku bagi setiap warga masyarakat atas barang, jasa dan pelayanan administratif. Pelayanan prima adalah pelaksanaan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yang efektif dan efisien dan transparan dengan memberikan petunjuk yang jelas dan akuntabel serta valid. Pelayanan prima berdasarkan atas kepastian hukum, kesamaan hak dan keseimbangan hak dan kewajiban, profesional dan parsitifatif serta transparan dalam hal biaya dan tidak ada diskriminatif dalam pelayanan.
Dalam penyelenggaraan pelayanan terhadap masyarakat (Administrasi) misalnya dalam hal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, Surat keterangan Pindah/ Datang, Akta kelahiran serta akta meninggal dunia) kami membuat Standar Operasional Pelayanan kepada masyarakat yang dituangkan dalam Peraturan Nagari Sungai Kamuyang Nomor 01 Tahun 2014 Tentang Iuran Jasa Pelayanan Administrasi kepada masyarakat, dimana :
1.Pemerintahan Nagari berhak untuk tidak memberikan pelayanan bila terbukti bertentangan dengan peraturan yang berlaku.
2.Pemerintah Nagari dalam memberikan pelayanan harus meneliti dan mempelajari data-data kependudukan masyarakat yang bersangkutan.
3.Pemerintah Nagari dapat memberikan penjelasan dan arahan tentang tertib dan kesopanan dalam segala hal yang berhubungan dengan pelayanan administrasi masyarakat.
4.Masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan prima, mendapatkan informasi dan mendapatkan keringanan biaya dalam pengurusan administrasi apabila itu sesuai dengan aturan.
5.Aparatur Pemerintahan Nagari berkewajiban untuk memberikan pelayanan prima dan memberikan kenyamanan dan kepastian dalam pelayanan.
Dalam melayani masyarakat ini harus ada kejelasan Syarat-syarat, kejelasan waktu dan biayadan jelas petugas yang melayani masyarakat.
Dalam rangka untuk mewujudkan dan menciptakan tertib administrasi di Nagari Sungai Kamuyang, sesuai dengan Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 99 Tahun 2011 Tentang Pedoman Administrasi Pemerintahan Nagari ada beberapa Buku Administrasi Pemerintahan Nagari yaitu :
a.Buku Administrasi Umum
b.Buku Administrasi Penduduk
c.Buku Administrasi Keuangan
d.Buku Administrasi Pembangunan
e.Buku Administrasi Bamus Nagari
f.Buku Administrasi lainnya
Disamping itu, dalam rangka tertib administrasi, kami di Nagari juga melengkapi buku-buku untuk menunjang administarsi kependudukan yaitu :
1.Buku Registrasi Pelayanan Model N (N/A)
2.Buku Registrasi Pelayanan Rekomendasi KK/KTP
3.Buku Registrasi Pelayanan Rekomendasi Surat Pindah
4.Buku Registrasi Surat Keterangan
Juga buku-buku pendukung lainnya yaitu :
1.Buku Registrasi Pelayanan Rekomendasi Perizinan (HO/SITU)
2.Buku Registrasi Surat Keterangan Tidak Mampu
3.Buku Registrasi Surat Keterangan Usaha
4.Buku Registrasi Surat Keterangan Tanah
5.Buku Registrasi IMB
Dalam pengurusan NA di Nagari Sungai Kamuyang langsung diurus oleh Ninik Mamak Yang bersangkutan, bila Ninik Mamak berhalangan bisa diwakilkan dengan sarat harus ada surat kuasa dari Ninik Mamak tersebut. Dan apabila masyarakat belum Baninik Mamak ( Pendatang) Maka yang mengurus NA nya adalah Kepala Jorong dimana mereka berdomisili.
Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan, maka terdapat beberapa perubahan yang cukup mendasar dalam penyelenggaraan Administrasi kependudukan yang perlu dipahami dan disosialisasi kepada masyarakat, baik berupa surat edaran (ditempel diwarung-warung setiap Jorong), pemberitahuan melalui kelompok-kelompok yasinan Jorong, serta rapat koordinasi terutama bagi petugas yang melakukan pelayanan di Kantor Wali Nagari (sesuai tupoksi perangkat nagari yaitu Kepala Urusan Pemerintahan, Kepala Urusan Administrasi Keuangan termasuk Kepala Jorong). Sehingga masyarakat dan petugas sama-sama mengetahui tentang aturan-aturan dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat dan juga kami berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kantor Camat Luak sehingga masyarakat tidak bingung dalam berurusan.
Adapun azas pelayanan yang kami laksanakan di Kenagarian Sungai Kamuyang adalah Trasnparansi (keterbukaan), Akuntabilitas (bisa dipertanggungjawabkan), Partisipatif (adanya partisipasi dan kerjasama), Kesamaan Hak (adil, tidak membeda-bedakan dalam pelayanan), Adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban baik untuk yang dilayani maupun yang melayani.
Setelah Undang-undang nomor 24 Tahun 2013 diberlakukan, maka biaya administrasi yang berhubungan dengan kependudukan ditiadakan (GRATIS).
Pemerintah Nagari Sungai Kamuyang memberi ruang kepada masyarakat untuk dapat memberikan pengawasan langsung, yaitu kalau ada sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan, masyarakat diberi kesempatan dan kebebasan yang luas untuk melaporkannya.
Penyelenggaraan Penyimpanan Arsip
Berdasarkan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan, Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 124 Tahun 2006 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Arsip Dinamis Pemerintah Propinsi Sumatera Barat dan sesuai dengan Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 38 Tahun 2011 Tentang Pedoman Tata Naskah Dinas Di Lingkungan Kabupaten Lima Puluh Kota dan Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 154 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pengelolaan Arsip Dinamis di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, maka Pemerintah Nagari Sungai Kamuyang menerapkan Penyimpanan arsip disimpan di dalam Filling Cabinet (Arsip Dinamis Aktif), sesuai dengan kode klasifikasi dan jenis surat. Dimana azas pengorganisasian arsip yang kami laksanakan adalah secara Sentralisasi dan disimpan sesuai dengan retensi (jangka waktu penyimpanannya). Arsip In aktif disimpang dalam Box arsip yang dibungkus dengan kertas kesing.
Dalam pengelolaan kearsipan, pemerintah nagari masih mengelola secara manual dan diharapkan kedepannya sudah mengelola arsip secara komputerisasi serta online dengan kecamatan, dan kabupaten lima puluh kota serta dengan pemerintah pusat.
Struktur Organisasi Pemerintah Nagari Sungai Kamuyang
Struktur organisasi Pemerintah Nagari Sungai Kamuyang saat ini masih berpedoman pada Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 23 Tahun 2010 Tentang Tugas Pokok dan Fungsi Perangkat Nagari yaitu :
1.Wali Nagari sebagai Kepala Pemerintahan
2.Sekretariat Nagari terdiri atas
a.Sekretaris Nagari
b.Kepala Urusan Pemerintahan
c.Kepala Urusan Pembangunan
d.Kepala Urusan Administrasi dan Keuangan
3.Kepala Jorong
Dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2015 Tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa. Menurut Permendagri tersebut SOTK Pemerintah Nagari terdiri atas :
1.Pemerintah Nagari adalah Wali Nagari dibantu oleh Perangkat Nagari.
2.Perangkat nagari terdiri atas :
a.Sekretariat Nagari terdiri atas
-Sekretaris Nagari
-Kepala Urusan tata usaha dan umum
-Kepala Urusan keuangan
-Kepala Urusan perencanaan
b.Pelaksana Kewilayahan (Kepala Jorong);dan
c.Pelaksana Teknis terdiri atas :
-Kepala Seksi pemerintahan
-Kepala Seksi kesejahteraan
-Kepala Seksi pelayanan
Feedback